ANALYSIS OF THE IMPACT OF TERMINATION OF EMPLOYMENTPT SRI REJEKI ISMAN TBK (SRITEX) AGAINST SOCIAL AND ECONOMIC STABILITY IN CENTRAL JAVA

Penulis

  • Rafa Ardhian Universitas Bengkulu
  • Miriam Mahalia Universitas Bengkulu
  • Dava Fransisco Universitas Bengkulu
  • Wulandari Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.25170/paradigma.v11i1.7157

Kata Kunci:

corporate bankruptcy, mass layoffs, textile industry, socio-economic impact, Indonesian employment

Abstrak

This study examines the underlying factors of the bankruptcy of PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) and its implications for mass layoffs and socio-economic stability in Central Java during the 2024-2025 period. The bankruptcy verdict issued by the Semarang Commercial Court on October 21, 2024 represents the culmination of years of accumulated financial, structural, and external pressures. This led to the termination of 10,669 employees across four Sritex Group entities, with all factory operations officially ceasing on March 1, 2025. The study employs a descriptive-qualitative approach through library research, drawing on primary sources including court decisions and official employment documents, and secondary sources comprising academic journals, national media reports, and government publications. Data analysis utilizes the interactive model of Miles and Huberman. Findings reveal that Sritex's collapse was triggered by four interrelated factors: an unsustainable corporate debt burden, a surge in Chinese textile imports following trade liberalization, COVID-19-induced supply chain disruption, and deficiencies in corporate risk management governance. The resulting social impacts are multidimensional, encompassing rising regional unemployment, heightened vulnerability among female workers, disruptions to the national textile supply chain, and growing social anxiety. This study recommends reforms to manufacturing industry protection policies, strengthening the employment social security system, and establishing structured mutigation mechanisms for corporate mass layoffs.

Referensi

Bungin, B. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis Menuju Varian Kontemporer. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

COSO. (2017). Manajemen Risiko Perusahaan Mengintegrasikan dengan Strategi dan Kinerja. Komite Organisasi Sponsor Komisi Treadway.

Darmansyah, dkk. (2025). Analisis Manajemen Risiko PT Sritex Tbk. Jurnal Manajemen dan Ekonomi Indonesia, 3(1), 45–62.

Direktorat Transmigrasi Jawa Tengah. (2025). Data PHK Jawa Tengah pada tahun 2025. Semarang: Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah.

GEMILANG: Jurnal Manajemen dan Akuntansi. (2025). Analisis kegagalan manajemen risiko di PT Sri Rejeki Isman Tbk. GEMILANG, 5(3). Universitas Pengembangan Panca Budi.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 131.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39.

Katadata.co.id. (2025, 3 Maret). Daftar pabrik ditutup dan PHK massal dilakukan, ada Sritex untuk Sanken. Diakses dari https://katadata.co.id

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2025, 3 Maret). Konferensi pers penyelesaian kepailitan PT Sritex. Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Peraturan Impor. Jakarta: Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Kompas.com. (2025, 2 Maret). Perjalanan Sritex, dari kejayaan hingga kebangkrutan dan PHK ribuan karyawan. Diakses dari https://money.kompas.com

Kompas.com. (2026, 9 Januari). PHK di Jawa Tengah akan mencapai 18.101 orang pada 2025, lebih dari separuh dari Grup Sritex. Diakses dari https://regional.kompas.com

Miles, MB & Huberman, AM (1994). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber yang Diperluas (edisi ke-2). Seribu Oaks: Publikasi SAGE.

Moerti, W. (2025). Dampak kebangkrutan Sritex terhadap tenaga kerja Indonesia. Jurnal Ketenagakerjaan Indonesia, 7(1), 12–28.

Pengadilan Niaga Semarang. (2024). Keputusan Nomor 2/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Smg tanggal 21 Oktober 2024. Semarang: Pengadilan Niaga.

Presidenri.go.id. (2025, 3 Maret). Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi pekerja dalam menyelesaikan kebangkrutan PT Sritex. Diakses dari https://presidenri.go.id

Purwanto, E. (2010). Sejarah dan Perkembangan Industri Tekstil Jawa Tengah. Semarang: Undip Press.

Tempo.co. (2024, 26 Oktober). Sritex dinyatakan bangkrut, ekonom: PHK massal industri tekstil memicu krisis sosial. Diakses dari https://www.tempo.co

Tempo.co. (2025). Sritex bangkrut, seberapa besar pengaruhnya terhadap produk tekstil di Indonesia? Diakses dari https://www.tempo.co

Diterbitkan

2026-05-10